Berita

Sekilas Tentang Berita

Temukan informasi terkini mengenai Mandiri Investasi. Halaman ini menyajikan berbagai artikel informatif, perkembangan perusahaan, serta wawasan yang relevan bagi investor.

Berita

Mandiri Investasi, Pegadaian, dan Deutsche Bank Jalin Kerja Sama

Jakarta, 8 Desember 2025 – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) memperkuat persiapan peluncuran Reksa…

toffeedev

09 Desember 2025

Pilih Tahun

Pilih Bulan

Berita

PT Mandiri Manajemen Investasi Dengan YCAB untuk Corporate Social Responsibility

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pendidikan dan financial literacy, PT Mandiri Manajemen Investasi (“MMI”) hari ini mengadakan seremoni penandatanganan kerjasama CSR dengan tema “Selagi Muda” dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (“YCAB”). Acara ini dilakukan di Rumah Belajar YCAB Duri Kepa, Jakarta Barat.

Seremoni penandatanganan dilakukan oleh Bpk. Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama MMI dengan Bpk. Mario Montino, Chief Operating Officer YCAB Foundation. YCAB adalah sebuah Yayasan yang berfokus di bidang pengembangan anak pra-sejahtera dan juga memberdayakan anak-anak tersebut untuk menjadi mandiri melalui penyediaan edukasi, bantuan ekonomi, dan penciptaan kesejahteraan demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Komitmen akan kegiatan CSR ini menjadi salah satu bukti keseriusan MMI dalam membangun negeri. MMI sadar sepenuhnya bahwa komitmen di bidang pendidikan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. MMI juga berkomitmen bahwa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diperlukan financial literacy yang akan bekal untuk menjadi lebih sejahtera dapat memenuhi tujuan-tujuan keuangan, dan siap dari sisi financial agar dapat menjadi insan yang Mandiri.

toffeedev

01 November 2018

Berita

Mandiri Investasi Luncurkan Produk Perdana KIK EBA Mandiri GIAA01

PT Mandiri Manajemen Investasi bersama dengan PT Garuda Indonesia berhasil meluncurkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total sebesar Rp 2 Triliun yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan kelas B.

KIK EBA Mandiri GIAA01 kelas A dilakukan melalui penawaran umum kepada investor strategis dan dilakukan pencatatan perdana instrumen EBA Mandiri GIAA01 Kelas A di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada pembukaan bursa hari ini, 31 Juli 2018. KIK EBA Mandiri GIAA01 yang akan dicatatkan di bursa ini adalah EBA ‘Kelas A’, mendapat rating AA+ dari Pefindo dengan imbal hasil sebesar 9,75% pa dan tenor 5 tahun (tanggal jatuh tempo 27 Juli 2023) dengan nilai mencapai Rp 1,8 Triliun dimana nilai pokok ini akan menurun proporsional setiap tahun sementara untuk kelas B dilakukan melalui penawaran terbatas dengan nilai Rp 200 Miliar untuk tenor sejenis dan tingkat imbal hasil yang tidak tetap.

KIK EBA Mandiri GIAA01 ini merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan yang pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat sebagai underlying, yang dalam hal ini adalah hak pendapatan atas hasil dari penjualan tiket pesawat Garuda dengan rute Jeddah dan Madinah.

toffeedev

19 Oktober 2018

Berita

Mandiri Investasi Terbitkan KIK-DINFRA MJPT001 dan RDPT MIET

PT Mandiri Manajemen Investasi (“MMI”) kembali meluncurkan produk inovatif di sektor pasar modal Indonesia, dimana kali ini MMI memperkenalkan sebuah investasi alternatif yaitu KIK-DINFRA dan RDPT guna memenuhi solusi investasi dan alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Selain merupakan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana terbesar di Indonesia, MMI adalah Manajer Investasi inovatif dan merupakan pioneer pada produk investasi alternatif seperti KIK EBA, RDPT, kemudian yang terakhir yang kami luncurkan bertepatan dengan perhelatan IMF-Bank Dunia di Bali yaitu KIK-DINFRA. Dengan adanya produk alternatif ini, MMI melakukan diversifikasi sekaligus juga diferensiasi dengan perusahaan manajer investasi yang lain di Indonesia.

Produk KIK-DINFRA MJPT001 akan berinvestasi pada asset infrastruktur dari PT Jasamarga Pandaan Tol yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“JSMR”) dengan target nilai total investasi sebesar-besarnya Rp 1,5 Triliun. Keunggulan KIK-DINFRA dibanding produk investasi lainnya antara lain KIK-DINFRA memiliki fleksibilitas didalam pengelolaannya, dimana manajer investasi dapat menempatkan dana investasi KIK-DINFRA pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, maupun proyek infrastruktur fisik secara sekaligus. Selanjutnya, KIK-DINFRA juga dapat menjawab kebutuhan investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi diluar efek – efek yang diperdagangkan di bursa seperti saham perusahaan publik dan obligasi. Dan yang terakhir KIK-DINFRA dapat ditawarkan melalui penawaran umum sehingga dapat menjangkau investor yang lebih luas.

Selain KIK-DINFRA MJPT001, MMI bersama JSMR juga sebelumnya telah menerbitkan RDPT MIET pada bulan Juli 2018. Target total nilai investasi RDPT MIET adalah sebesar Rp 3 Triliun. Penerbitan RDPT MIET sangat disambut secara positif oleh investor-investor baik investor lokal maupun investor asing dalam acara Forum Investasi Indonesia 2018 di Bali. Investor lokal yang mendukung sektor infrastruktur Indonesia melalui RDPT MIET ini adalah Taspen, ASABRI, Jasa Raharja, Indonesia Infrastructure Finance, dan WanaArtha Life. Selain itu, investor asing yang turut hadir pada kesempatan ini seperti Allianz dan AIA juga memberikan komitmen kerjasama pembiayaan proyek infrastruktur melalui Investasi RDPT MIET ini.

Sebelumnya, MMI juga telah menerbitkan produk-produk alternatif seperti RDPT Mandiri Infrastruktur Ekuitas yang berinvestasi pada energi terbarukan, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset dengan JSMR (KIK-EBA Mandiri JSMR01) di tahun 2017 yang mendapatkan minat hingga mencapai Rp 5,1 triliun atau 2,7 kali kelebihan permintaan dari total nilai penerbitan. Pada Juli 2018, MMI bersama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berhasil meluncurkan produk KIK EBA Mandiri GIAA01 dengan nilai total sebesar Rp 2 triliun yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan kelas B.

Sampai dengan September 2018, Asset Under Management (“AUM”) Reksa Dana MMI termasuk KIK EBA dan RDPT mencapai lebih dari Rp 49 Triliun, sehingga MMI berhasil mempertahankan posisi no. 1 di peringkat AUM Industri Reksa Dana Nasional.
MMI selalu berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui skema pendanaan alternatif bagi emiten/korporasi, sekaligus membantu investor dalam memenuhi kebutuhan investasi melalui pengembangan produk dan solusi investasi yang inovatif.

toffeedev

19 Oktober 2018

Berita

Moinves Today : Investing in the Digital Era bersama Annissa Sagita dan Lala Karmela

Yogyakarta, 20 April 2018 – Masa depan generasi muda dihadapkan pada ancaman nyata yaitu inflasi. Kenaikan harga yang terjadi secara terus menerus akan menggerus nilai uang. Tanpa investasi uang yang dimiliki generasi milenial ini akan kalah dengan inflasi.  

 “Tahun ini biaya hidup dalam sebulan berkisar antara lima juta rupiah, dengan inflasi 11-12% per tahun menurut perhitungan kami biaya hidup 25 tahun lagi akan menjadi 85 juta rupiah,” ujar pakar perencana keuangan, Annisa Sagita, ST. RFC, pada Diskusi ‘Sehat Finansial di Era Digital’ yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada bersama PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) pada Jumat (20/4) di Digilib Café, Fisipol UGM.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa UGM diberi pengetahuan pengelolaan keuangan dengan investasi. Annisa menuturkan kemampuan mengelola keuangan tidak sebanding dengan besarnya penghasilan, semakin besar penghasilan tidak berarti semakin baik pengelolaannya.

Annisa mengajak mahasiswa untuk berinvestasi sedini mungkin. Untuk dapat berinvestasi ia mengimbau  mahasiswa untuk sehat secara finansial agar terlindungi dari risiko keuangan dan tujuan keuangan tercapai. Sehat keuangan dapat dicirikan dengan tidak adanya utang konsumtif atau utang sesuai aturan, aliran keuangan setiap bulan lancar dan bisa menabung. Investasi dapat digunakan untuk rencana sekolah, dana pensiun, dan atau perencanaan besar lainnya.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa, mengatakan investasi terbaik dilakukan saat muda. Ia menuturkan ada tiga fase usia krusial yang akan menentukan hidup seseorang. 

Usia 25 adalah rata-rata orang mulai bekerja dan mendapat penghasilan, pada saat inilah tujuan keuangan harus mulai direncanakan. Fase kedua adalah 55 tahun yaitu usia pensiun, dan fase terakhir 85 tahun yang merupakan usia hidup rata-rata. 

“Pada usia produktif 25-55 tahun ini adalah saat mengumpulkan kekayaan dan berinvestasi, sehingga memasuki usia 55 kita dapat pensiun dengan tenang. Tetapi jika usia 40-45 baru memikirkan investasi, itu sangat terlambat,” ujar Alvin. 

Ia pun menuturkan saat ini berinvestasi bisa dilakukan  lebih mudah dan sangat terjangkau. “Kalau dulu harus punya modal besar untuk bisa investasi, sekarang dengan uang sepuluh ribu sudah bisa untuk beli saham. Kemajuan teknologi juga turut memudahkan cara berinvestasi, saat ini semua sudah serba digital,” paparnya. 

Dalam diskusi tersebut dikenalkan terobosan baru investasi berbasis aplikasi, yaitu Moinves dari MMI yang sesuai dengan gaya anak muda saat ini. Nasabah dapat melakukan transaksi reksa dana secara online melalui aplikasi tersebut. Salah satu produk yang ditawarkan dalam Moinves adalah Mandiri Investa Cerdas Bangsa yang juga Endowment Fund UGM. (Humas UGM/Linda)

source : https://ugm.ac.id/id/berita/16060-mahasiswa.harus.berinvestasi.sejak.dini

toffeedev

26 April 2018

Berita

PT Mandiri Manajemen Investasi Berhasil Mencatatkan Diri Sebagai Manajer Investasi Dengan AUM Terbesar Di Indonesia

Jakarta, 25 Januari 2018 – Market Outlook Tahun 2018 PT Mandiri Manajemen Investasi (Manajemen Investasi) dengan tema Berkelanjutan Membangun Negeri diselenggarakan pada tanggal 25 Januari 2018 lalu di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Acara tersebut dibuka oleh Bpk. Alvin Pattisahusiwa selaku Direktur Utama Mandiri Investasi dan Bpk. Hery Gunardi selaku Direktur Distributions Bank Mandiri. Beberapa keynote speaker turut memberikan sambutan, diantaranya Bpk. Wimboh Santoso selaku Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Bpk Suseno Sukoyo selaku Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, serta Bpk. Anwar Sanusi selaku Sekretaris Jenderal Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia.

Dalam sambutannya, Bpk. Alvin Pattisahusiwa menjelaskan bahwa pada akhir Tahun 2017 PT Mandiri Manajemen Investasi tercatat sebagai Manajer Investasi terbesar dalam segi AUM Reksa Dana dan upaya konsisten Mandiri Investasi untuk selalu menawarkan pilihan produk lengkap dan inovatif. Dana kelolaan termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan PDNI mencapai hamper 51 Triliun dan pencapaian Reksa Dana mencapai 10% dan atas hal tersebut Mandiri Investasi berhasil menduduki peringkat no. 1 AUM Industri Reksadana Nasional berdasarkan data yang diinformasikan oleh Infovesta. Disampaikan pula oleh Bpk. Alvin bahwa Mandiri Investasi berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 45,4 Triliun atau tumbuh sebesar 42.3% secara YoY, lebih tinggi dibandingkan dengan Industri reksa dana yang tumbuh sebesar 35.2% secara YoY.

Pencapaian Manajemen Investasi di akhir Tahun 2017 tersebut merupakan sebuah momentum bagi Mandiri Investasi untuk berkinerja lebih baik di tahun 2018 dan berkomitmen untuk terus mengembangkan kapabilitasnya sesuai visi Mandiri Investasi menjadi “The Most Innovative and Leading Asset Management Company in Indonesia”. Mandiri Investasi juga berkomitmen untuk memberikan solusi investasi dengan produk yang inovatif dalam menjalin kerjasama dengan para investor untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi kedua belah pihak.

Acara ini dihadiri lebih dari 400 undangan, yang telah bekerja sama dengan Manajemen Investasi. Menjadi moderator dalam acara tersebut adalah Sdri. Amelia Yachya, yang memfasilitasi panel diskusi dengan pembicara Bpk. Robert Pakpahan (Direktur Jenderal Pajak Republik Indonesia), Bpk. Yoga Affandi (Direktur Group Kebijakan Moneter DKEM Bank Indonesia), Bpk. Ahmad Bambang (Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN), dan Bpk. Philips Vermonte (Executive Director Center for Strategic and International Studies/CSIS).

Turut melengkapi acara diatas, Mandiri Investasi juga membekali dan memperluas pengetahuan para investor Institusi dan Wholesale melalui acara Client Workshop pada tanggal 25 dan 26 Januari 2018, yang dipandu oleh Bernard Duffy (pakar dan praktisi Investasi). Di awal minggu yang sama, beliau memberikan pelatihan internal guna meningkatkan pengetahuan para karyawan terkait dengan perkembangan pengelolaan investasi.

Dengan seluruh rangkaian acara diatas, Mandiri Investasi menunjukkan partisipasi aktif dalam membangun negri, khususnya industri Pasar Modal dan para pelaku didalamnya, baik dari sisi masyarakat, para investor/nasabah, juga Manajemen dan karyawan Perusahaan yang secara bersama merealisasikan visi dan misinya.

toffeedev

02 Februari 2018

Berita

PT Mandiri Manajemen Investasi Lakukan Terobosan Inovasi Alternatif Pendanaan, KIK EBA Mandiri JSMR01 – Surat Berharga Pendapatan Tol Jagorawi (“KIK EBA Mandiri JSMR01”)

Jakarta, 29 Agustus 2017 – PT Mandiri Manajemen Investasi atau yang lebih dikenal dengan Mandiri Investasi terus berupaya memberikan layanan pilihan produk investasi yang lengkap dan inovatif bagi para investor dengan berbagai pilihan produk Investasi Reksa Dana yang lengkap dalam berbagai asset class serta produk alternatif investasi yang menarik.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan Investor untuk melakukan diversifikasi investasi dan mendukung komitmen program Pemerintah untuk membangun negeri, Mandiri Investasi meluncurkan produk alternatif investasi yaitu Produk sekuritisasi bernama KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jagorawi (“KIK EBA Mandiri JSMR01”) dengan kode bursa MJAGO1, dimana PT Mandiri Manajemen Investasi dan bertindak sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bank Kustodian. Produk KIK EBA Mandiri JSMR01 telah mendapatkan indikasi peringkat awal AAA dari PEFINDO dan rencananya akan ditawarkan dalam dua kelas. Kelas A akan diterbitkan melalui penawaran umum dan memiliki karakterisktik pendapatan tetap, sedangkan kelas B akan diterbitkan melalui penawaran terbatas dan memiliki karakteristik pendapatan tidak tetap. KIK EBA ini merupakan transaksi sekuritisasi pertama dimana aset yang disekuritisasi adalah hak atas pendapatan tol di masa mendatang atau Future Revenue Based Securities (FRBS) berupa Surat Berharga Hak Pendapatan Tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Atas Ruas Jalan Tol Jakarta – Bogor – Ciawi Untuk Jangka Waktu 5 Tahun. Dengan Sebanyak-banyaknya Maksimum Rp 2.600.000.000.000 (dua triliun enam ratus miliar Rupiah) Dengan Nilai Sebanyak-banyaknya Rp 2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah) (“Surat Berharga Hak Pendapatan Tol”).

Endang Astharanti, Direktur Mandiri Investasi mengungkapkan, “pada hari kedua penawaran umum KIK EBA kami berhasil mendapatkan kelebihan permintaan (over subscribed) sebesar 2.5 kali dari rencana penerbitan.”

Hal ini menunjukan besar nya potensi dan minat para Investor dalam melakukan investasi pada produk alternatif investasi seperti KIK EBA. Mandiri Investasi berkomitmen untuk terus dapat menyediakan layanan pilihan produk inovatif yang sesuai kebutuhan para investor.

toffeedev

20 Desember 2017