Macam-macam Biaya Reksa Dana

Bagi kamu yang ingin memulai investasi Reksa Dana, sudah tahu belum apa saja macam-macam biaya Reksa Dana yang dibebankan kepada investornya? Yuk kita bahas selengkapnya disini agar kamu dapat memperhitungkan manfaat dan biaya dari investasi Reksa Danamu!

Secara umum, biaya yang dibebankan kepada investor atas Reksa Dana yang dimilikinya dapat berupa biaya transaksi dan biaya operasional. Persentase dari biaya transaksi langsung biasanya dibebankan atas jumlah uang yang sedang ditransaksikan oleh investor. Investor akan dikenakan biaya tergantung pada tipe transaksi yang akan dilakukannya. Biaya-biaya tersebut dapat berupa front load (biaya pembelian), back load (biaya penjualan), dan biaya switching (biaya pengalihan). Front load merupakan biaya yang dibebankan di awal saat investor melakukan pembelian atas Reksa Dana. Biaya ini dapat mencapai 2,5% atau melebihi jumlah yang diinvestasikan oleh investor. Misalnya, jika kamu menginvestasikan Rp1.000.000 dengan front load sebesar 2,5%, maka beban yang harus kamu bayarkan adalah Rp25.000. Sehingga, jumlah investasi awal kamu akan berkurang menjadi Rp975.000. Di sisi lain, back load merupakan biaya yang hanya akan dibebankan apabila investor menjual Reksa Dana yang dimilikinya. Biaya ini juga dikenal sebagai biaya pembelian yang ditangguhkan (deferred sales charge). Besarnya back load pada umumnya mencapai 2,5% dan dapat menurun menjadi 0 seiring berjalannya waktu, biasanya setelah 1 tahun. Biaya transaksi yang terakhir adalah biaya switching. Ini merupakan biaya yang akan dibebankan apabila investor melakukan transfer investasi dari satu Reksa Dana ke Reksa Dana lainnya. Secara spesifik, kamu dapat mencari informasi terkait biaya yang dibebankan atas suatu produk Reksa Dana di prospektus produk Reksa Dana tersebut. Dalam melakukan transaksi pembelian, penjualan, dan pengalihan Reksa Dana, kamu dapat melakukannya sesuai dengan kalender bursa ya!

Selain biaya transaksi, Reksa Dana juga membebankan biaya operasional kepada investornya. Biaya operasional merupakan biaya-biaya berjalan dan berulang yang berkontribusi terhadap pergerakkan Net Asset Value (NAV) secara keseluruhan dalam Reksa Dana. Persentase dari biaya operasional diberitahukan setiap tahunnya. Biaya ini biasanya terdiri dari biaya manajemen dan biaya bank kustodian. Biaya manajemen berbeda dari Rasio Biaya Manajemen (MER), namun masih merupakan bagian dari MER. MER merupakan total dari biaya manajemen, biaya operasional atau biaya administrasi, dan pajak terkait yang dibebankan pada suatu dana setiap tahunnya. MER dinyatakan sebagai persentase dari rata-rata aset bersih Reksa Dana untuk tahun tersebut. Sedangkan, biaya manajemen merupakan biaya tahunan yang mencakup semua biaya langsung yang dikeluarkan dalam mengelola investasi, seperti mempekerjakan manajer portfolio dan tim investasi. Di sisi lain, biaya bank kustodian merupakan biaya yang dibebankan setiap tahunnya oleh bank kustodian. Bank kustodian merupakan pihak ketiga yang melakukan penyimpanan aset dari Reksa Dana dan sekuritas yang mendasari Reksa Dana tersebut serta melakukan berbagai administrasi terkait pencatatan Reksa Dana. Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko dari adanya broker yang bermasalah yang mengambil keuntungan dari suatu Reksa Dana.

Karena Reksa Dana merupakan instrumen investasi yang pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi dan penyimpanan asetnya dilakukan secara terpisah oleh bank kustodian, maka hal ini tentunya akan menimbulkan biaya manajemen dan biaya bank kustodian yang dibebankan kepada investornya. Namun, manfaatnya adalah kamu tidak perlu repot-repot memantau dan mengelola investasimu setiap detik dan kamu juga tidak perlu khawatir dengan keamanan asetmu karena manajer investasi dan bank kustodian siap melayanimu! Nah setelah mengetahui macam-macam biaya Reksa Dana di atas, kira-kira apakah kamu tertarik untuk berinvestasi Reksa Dana? Jika diperhitungkan dengan manfaatnya, investasi Reksa Dana sangat menguntungkan loh. Apa saja sih keuntungan Reksa Dana? Yuk cek disini! Segera mulai investasi Reksa Danamu dari sekarang di Mandiri Investasi atau kamu juga bisa melakukannya secara online melalui aplikasi Moinves! Mudah banget loh cukup dengan registrasi kurang lebih 10 menit dan dana sebesar Rp10.000, kamu sudah bisa membeli Reksa dana dan memperoleh hasilnya 1-3 tahun kedepan!

Picture of Ditulis oleh

Ditulis oleh

Mandiri Investasi